/**EDIT_TOMI */ /**EDIT_TOMI */
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Bandung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2009

info psbkotabandung rekap-smp-sma-psbkotabandung

info psbkotabandung rekap-smp-sma-psbkotabandung
rekapitulasi sementara psbkotabandung
PSB Online Kota Bandung
Rekapitulasi Sementara


No. Nama Sekolah
Cluster
Daya Tampung
Jml. Pendaftar
Nilai Max
Nilai Min
1.
SMP NEGERI 1 BANDUNG
1
355
232
28.25
21
2.
SMP NEGERI 2 BANDUNG
1
216
0
17.85
17.85
3.
SMP NEGERI 3 BANDUNG
1
250
220
28.3
18.6
4.
SMP NEGERI 4 BANDUNG
2
316
259
27.25
19.85
5.
SMP NEGERI 5 BANDUNG
1
180
7
28.15
23.75
6.
SMP NEGERI 6 BANDUNG
4
288
130
25.1
15.5
7.
SMP NEGERI 7 BANDUNG
1
244
170
28.15
22.05
8.
SMP NEGERI 8 BANDUNG
1
288
101
27.95
23.35
9.
SMP NEGERI 9 BANDUNG
2
360
0
0
0
10.
SMP NEGERI 10 BANDUNG
3
278
225
27.3
16.4
11.
SMP NEGERI 11 BANDUNG
2
286
221
28.9
14.85
12.
SMP NEGERI 12 BANDUNG
1
288
138
28.45
16.85
13.
SMP NEGERI 13 BANDUNG
1
355
216
28.6
21.9
14.
SMP NEGERI 14 BANDUNG
1
247
268
28.35
25
15.
SMP NEGERI 15 BANDUNG
2
288
175
27.75
17.4
16.
SMP NEGERI 16 BANDUNG
2
353
125
26.5
20.5
17.
SMP NEGERI 17 BANDUNG
2
320
0
0
0
18.
SMP NEGERI 18 BANDUNG
2
314
205
26.8
15.55
19.
SMP NEGERI 19 BANDUNG
4
248
210
27.5
14.4
20.
SMP NEGERI 20 BANDUNG
3
288
0
0
0
21.
SMP NEGERI 21 BANDUNG
4
283
0
19.65
14.45
22.
SMP NEGERI 22 BANDUNG
3
282
89
26.75
20.5
23.
SMP NEGERI 23 BANDUNG
4
288
0
19.35
18.3
24.
SMP NEGERI 24 BANDUNG
3
324
220
26.55
12.75
25.
SMP NEGERI 25 BANDUNG
3
285
0
25.2
24.35
26.
SMP NEGERI 26 BANDUNG
3
360
127
26.95
18
27.
SMP NEGERI 27 BANDUNG
2
310
0
0
0
28.
SMP NEGERI 28 BANDUNG
1
316
132
28.35
20.9
29.
SMP NEGERI 29 BANDUNG
4
360
75
24.95
15.85
30.
SMP NEGERI 30 BANDUNG
1
204
203
28.25
18.45
31.
SMP NEGERI 31 BANDUNG
3
288
0
25.3
25.15
32.
SMP NEGERI 32 BANDUNG
4
216
148
24.6
13.8
33.
SMP NEGERI 33 BANDUNG
4
252
206
26.3
12
34.
SMP NEGERI 34 BANDUNG
1
284
94
28.4
21.05
35.
SMP NEGERI 35 BANDUNG
4
320
97
27.5
14.65
36.
SMP NEGERI 36 BANDUNG
3
321
59
26.5
17.7
37.
SMP NEGERI 37 BANDUNG
3
276
368
26.6
20
38.
SMP NEGERI 38 BANDUNG
4
316
0
25.15
18.65
39.
SMP NEGERI 39 BANDUNG
3
252
366
27.2
19.7
40.
SMP NEGERI 40 BANDUNG
3
324
312
27.65
14.05
41.
SMP NEGERI 41 BANDUNG
3
360
84
26.6
12.75
42.
SMP NEGERI 42 BANDUNG
4
182
0
19.75
15.05
43.
SMP NEGERI 43 BANDUNG
2
322
106
25.1
17.3
44.
SMP NEGERI 44 BANDUNG
2
248
126
26.3
19
45.
SMP NEGERI 45 BANDUNG
4
253
110
27.6
15.3
46.
SMP NEGERI 46 BANDUNG
4
247
0
0
0
47.
SMP NEGERI 47 BANDUNG
4
324
149
26.45
14.95
48.
SMP NEGERI 48 BANDUNG
4
278
111
26.05
15.8
49.
SMP NEGERI 49 BANDUNG
3
392
0
0
0
50.
SMP NEGERI 50 BANDUNG
3
324
100
27.25
18.3
51.
SMP NEGERI 51 BANDUNG
3
244
0
0
0
52.
SMP NEGERI 52 BANDUNG
4
155
0
0
0
53.
MTs Negeri 1 Bandung
3
200
110
26
12.15
54.
MTs Negeri 2 Bandung
4
240
64
25.7
14
info psbkotabandung rekap-smp-sma-psbkotabandung rekapitulasi sementara psbkotabandung PSB Online Kota Bandung info psbkotabandung rekap-smp-sma-psbkotabandung rekapitulasi sementara psbkotabandung PSB Online Kota Bandung info psbkotabandung rekap-smp-sma-psbkotabandung rekapitulasi sementara psbkotabandung PSB Online Kota Bandung
Baca Selengkapnya..

Rabu, 24 Juni 2009

Sejarah Bandung: Asal Usul Bandung Lautan Api

Asal Usul Bandung Lautan Api

SUATU hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.

Insiden Perobekan Bendera

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia.

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.

Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.


Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

Bandoeng Laoetan Api

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.

Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
A.H Nasution, 1 Mei 1997

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.

Sejarah Bandung Baca Selengkapnya..

Jumat, 01 Mei 2009

Sejarah Kota Bandung

Sejarah kota bandung, cukup panjang juga kalo dicerita-in. Ini sejarah kota bandung nya di ringkas aja;


  • 1488 - Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran.
  • 1799 - VOC mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambilalih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II.
  • 1808 - Belanda mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.
  • 1809 - Bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah pinggiran Sungai Cikapundung (alun-alun sekarang) yang waktu itu masih hutan tapi sudah ada permukiman di sebelah utara.
  • 1810 - Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung.
  • 25 Mei 1810 - Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.
  • 25 September 1810 - Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai the founding father. Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.
  • 24 Maret 1946 - Pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan 'Bandung Lautan Api' dan diabadikan dalam lagu "Halo-Halo Bandung".
  • 1955 - Konferensi Asia-Afrika diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama "Concordia" yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan hotel Savoy Homann.
  • 2005 - KTT Asia-Afrika 2005
  • Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.
Baca Selengkapnya..